KEDIRI – Diagnosa dokter tentang penyakit yang sedang diderita tidak membuat Dianti (19) putus asa dalam mengikuti lomba FLS2N tingkat Nasional di Semarang 1-5 Juni 2014 kemarin.. Karena kegigihannya itu, remaja asal Desa Jati Kapur, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjuarai lomba Desain Grafis Sekolah Luar Biasa tingkat Nasional.
Berkat kelentikan jari-jarinya membuat paper toys dan mendesain kolase dengan tema kemeriahan taman burung, ia berhasil membawa pulang juara 3.
Dalam perlombaan Pendidikan Khusus yang digelar di Semarang, 1-5 Juni 2014 lalu itu, siswi yang duduk dikelas X SLB Dharma Wanita, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri tersebut menyisihkan 30 peserta utusan daerah lain se-Indonesia.
Sementara itu, Iqa pendamping lomba desain grafis menuturkan, saat pengumuman dia tidak menyangka Dianti bisa meraih juara 3 melihat kondisi fisiknya yang sedang sakit dan diharuskan segera operasi oleh salah satu dokter di RS swasta di Kota Semarang. "Dianti harus operasi karena usus buntu, tapi dia menolak operasi karena semangatnya mengikuti lomba. Ibunya sampai datang ke Semarang untuk membujuk Dianti agar mau untuk operasi. Tapi Dianti tetap enggan menjalani operasi dan bersikeras untuk mengikuti lomba, dan menolak untuk operasi. Dokter dan ibunya tak dapat berbuat banyak ketika Dianti menolak menjalani operasi itu. Alhandulillah meskipun belum dioperasi, obat yang diberikan dokter dapat menetralisir sakitnya, dan dia tetap bisa mengikuti lomba tanpa merasakan sakit.” Tutur iqa.
Melihat Dianti berdiri diatas panggung dan menerima medali, dokter yang merawat Dianti, pendamping dan pembina dari Propinsi Jawa Timur tak dapat membendung air matanya. Mereka terharu atas usaha dan semangat Dianti dalam mengikuti lomba dan dapat meraih Juara 3 Nasional.
“Saya juara 3 dapat uang banyak. Uang mau saya beli laptop. Belajar Pintar.” Kata Dianti dengan menggunakan bahasa isyarat.
Berkat kelentikan jari-jarinya membuat paper toys dan mendesain kolase dengan tema kemeriahan taman burung, ia berhasil membawa pulang juara 3.
Dalam perlombaan Pendidikan Khusus yang digelar di Semarang, 1-5 Juni 2014 lalu itu, siswi yang duduk dikelas X SLB Dharma Wanita, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri tersebut menyisihkan 30 peserta utusan daerah lain se-Indonesia.
Sementara itu, Iqa pendamping lomba desain grafis menuturkan, saat pengumuman dia tidak menyangka Dianti bisa meraih juara 3 melihat kondisi fisiknya yang sedang sakit dan diharuskan segera operasi oleh salah satu dokter di RS swasta di Kota Semarang. "Dianti harus operasi karena usus buntu, tapi dia menolak operasi karena semangatnya mengikuti lomba. Ibunya sampai datang ke Semarang untuk membujuk Dianti agar mau untuk operasi. Tapi Dianti tetap enggan menjalani operasi dan bersikeras untuk mengikuti lomba, dan menolak untuk operasi. Dokter dan ibunya tak dapat berbuat banyak ketika Dianti menolak menjalani operasi itu. Alhandulillah meskipun belum dioperasi, obat yang diberikan dokter dapat menetralisir sakitnya, dan dia tetap bisa mengikuti lomba tanpa merasakan sakit.” Tutur iqa.
Melihat Dianti berdiri diatas panggung dan menerima medali, dokter yang merawat Dianti, pendamping dan pembina dari Propinsi Jawa Timur tak dapat membendung air matanya. Mereka terharu atas usaha dan semangat Dianti dalam mengikuti lomba dan dapat meraih Juara 3 Nasional.
“Saya juara 3 dapat uang banyak. Uang mau saya beli laptop. Belajar Pintar.” Kata Dianti dengan menggunakan bahasa isyarat.

Posting Komentar